BAB 7
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
- Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi
Sistem yang
mengumpulkan dan memproses transaksi-transaksi data dan menyampaikan informasi
keuangan kepada pihak-pihak tertentu. Meliputi dokumen-dokumen yang memberikan
bukti atas terjadinya transaksi-transaksi, peristiwa-peristiwa, dan
catatan-catatan, neraca saldo, kertas kerja, dan hasil laporan keuangan.
- Prinsip-prinsip Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi
Akuntansi yang efektif dan efisien didasarkan pada beberapa prinsip dasar.
Prinsip-prinsip dasar tersebut mencakup:
a. Keefektifan
Biaya
Sistem
akuntansi harus efektif biaya. Manfaat informasi yang diberikan harus melebihi
biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan sistem tersebut.
b. Tingkat
Kegunaan
Agar
berguna, informasi harus dapat dimengerti, relevan, dapat diandalkan, tepat
waktu dan akurat.
c. Fleksibelitas.
Sistem
akuntansi seharusnya dapat mengakomodasi berbagai macam pengguna dan mengubah
informasi yang dibutuhkan.
- Mengembangkan Sistem Akuntansi
Sistem yang baik
direncanakan didesain, di install, dikelola dan diolah ulang secara cermat.
Umumnya, sebuah sistem akuntansi dikembangkan dalam empat tahap:
a.
Analisis : Merencanakan dan mengidentifikasi informasi-informasi
yang
dibutuhkan dan sumber-sumber
b.
Desain : Membuat formulir-formulir, dokumen-dokumen,
prosedur-prosedur
deskripsi
pekerjaan dan laporan-laporan.
c.
Implementasi : Install sistem, melatih orang, dan
membuat sistem secara menyeluruh berjalan.
d.
Menindaklanjuti : Mengawasi efektivitas dan membenahi segala
kelemahan.
- Sistem Manual vs Sistem Terkomputerisasi
Sistem akuntansi
manual, setiap tahapan dalam siklus akuntansi dilakukan secara manual (tangan)
mulai dari transaksi akuntansi dicatat dalam jurnal, diposting (dibukukan) ke
buku besar. Perhitungan dalam menghitung saldo buku besar dan menyususn neraca
saldo dan laporan keuangan semua dilakukan secara manual. Sedangkan sistem
terkomputerisasi, ada program-program yang digunakan dalam menjalankan siklus
akuntansi. Dalam sistem terkomputerisasi jurnal dan buku besar dapat dicatat
dalam basis data (database) komputer dan telah ada software.
- Buku Besar Pembantu
Sekelompok akun dengan
karakteristik yang serupa (contoh: semua
piutang usaha) buku besar pembantu
merinci buku besar umum ke hal-hal yang detail atas saldo individu. Sebuah buku besar pembantu meruapakan tambahan
dan perluasaan dari buku besar umum. Akun besar umum yang meringkas akun besar pembantu disebut
dengan akun pengendali.
- Keuntungan Buku Besar Pembantu
Menunjukkan transaksi-transaksi yang
memengaruhi satu pelanggan atau kreaditor dalam akun.
a.
Menghindari rincian yang berlebihan dalam buku besar
umum.
b.
Membantu
menemukan letak kesalahan akun individu.
c.
Memungkinkan
pembagian tugas.
- Jurnal Khusus
Jurnal Khusus (special
journal) digunakan untuk mencatat tranksaksi-traksaksi yang serupa. Contohnya
adalah semua penjualan kredit barang dagang atau seluruh penerimaan kas. Jurnal
khusus yang digunakan perusahaan sangat bergantung pada besarnya jenis-jenis
tranksaksi yang paling sering terjadi. Jika sebuah transaksi tidak bisa dicatat
pada jurnal khusus, maka dicatat sebagai jurnal umum.
Jurnal Penjualan
|
Jurnal Penerimaan Kas
|
Jurnal Pembelian
|
Jurnal Pengeluaran Kas
|
Jurnal Umum
|
Digunakan untuk
semua penjualan barang dagang secara kredit
|
Digunakan untuk
semua penerimaan kas (termasuk penjualan barang secara tunai)
|
Digunakan untuk
semua pembelian barang dagang secara kredit.
|
Digunakan untuk
semua pembayaran tunai (termasuk pembelian secara tunai)
|
Digunakan untuk
transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal khusus, termasuk ayat
jurnal koreksi, jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup.
|
- Jurnal Penjualan
Digunakan untuk
mencatat penjualan secara kredit. Penjualan tunai dicatat pada penerimaan kas.
Penjualan kredit aset selain barang dagang dimasukkan pada jurnal umum.
a. Menjurnal
Penjualan Kredit
Menggunakan
sistem persediaan perpetual dalam sistem ini setiap entri dalam jurnal
penjualan akan menghasilkan satu entri pada harga jual dan entri lain pada biaya
ke piutang usaha (akun pengendali) dan kredit sejumlah yang sama ke penjualan.
Entri pada biaya adalah debut ke HPP dan kredit sejumlah yang sama ke
Persediaan barang dagang.
b. Memposting
Jurnal Penjualan
Memposting dari jurnal penjualan dilakukan secara
harian ke akun individu piutang usaha dalam buku besar pembantu. Posting ke
buku besar dilakukan secara bulanan.
c. Membuktikan
Buku Besar
Untuk mengerjakan ini harus menentukan dua hal : (1)
jumlah debit buku besar umum harus sama dengan jumlah di akun pengendali. (2)
jumlah saldo buku besar pembantu harus sama dengan saldo di akun pengendali.
d.
Keuntungan Jurnal Penjualan
Menghemat waktu posting dan mengurangi kemungkinan
kesalahan.
- Jurnal Penerimaan Kas
Penjualan tunai
barang dagan dan penerimaan piutang
usaha. Bebrapa kemungkinan yang lain
bisa terjadi, seperti penerimaan uang tunai dari pinjaman bank dan kas yang
dihasilkan dari penjualan peralatan.
Menjurnal Transaksi Penerimaan Kas :
- Kolom Debit : Kas dan Diskon Penjualan
- Kolom Kredit : Piutang Usaha, Penjualan dan akun lainnya
- Kolom Debit dan Kredit : Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Barang Dagang
Menjurnal Transaksi Penerimaan Kas :
- Kolom Debit : Kas dan Diskon Penjualan
- Kolom Kredit : Piutang Usaha, Penjualan dan akun lainnya
- Kolom Debit dan Kredit : Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Barang Dagang
- Jurnal Pembelian
Seluruh jurnal pembelian barang dagang
secara kredit dicatat di jurnal pembelian. Setiap entri dalam jurnal ini akan
menghasilkan debit pada Persediaan Barang Dagang dan kredit pada Utang Usaha.
a) Menjurnal
Pembelian Barang Dagang secara Kredit
Entri pada
jurnal pembelian dibuat berdasarkan faktur pembelian. Prosedur penjurnalan
mirip dengan prosedur dalam jurnal penjualan.
b) Memposting
Jurnal Pembelian
Prosedur
dalam memposting jurnal pembelian mirip
dengan apa yang dilakukan pada jurnal penjualan. Dalam hal ini, posting
dilakukan secara harian ke buku besar utang usaha dan secara bulanan ke buku besar umum
persediaan dan utang usaha.
- Jurnal Pembayaran Kas
Seluruh pengeluaran tunai dimasukkan
pada jurnal pembayaran kas. Entri dibuat dari cek yang diberi nomor sebelumnya.
Oleh karena pembayaran tunai dibuat untuk berbagai macam tujuan, jurnal
pembayaran kas memiliki beberapa kolom jurnal.
- Pengaruh Jurnal Khusus terhadap Jurnal Umum
Jurnal
khusus untuk penjualan, pembelian dan kas secara substansial mampu mengurangi
jumlah entri yang dibuat pada jurnal umum. Hanya tranksaksi-tranksaksi yang
dapat dimasukkan pada jurnal khususlah dimasukkan pada jurnal umum. Ketika akun pengendali dan
buku besar pembantu terlihat, dua perubahan atas prosedur sebelumnya diperlukan
:
1. Dalam
menjurnal, akun pengendali dan buku besar pembantu harus diidentifikasikan
2. Dalam
memposting harus ada dual posting, satu untuk akun pengendali dan satu untuk akun buku besar pembantu.
